Sinopsis Buku (Ii)

Posted on 5:14 AM by Ibnu_ghazali

Ijtihad Fiqih Islam (Eraintermedia)

Ijtihad fiqih Islam senantiasa melahirkan dua kutub ekstrem yang sering berhadapan. Kutub yang sangat tekstual dengan berpegang teguh pada dalil di satu sisi, dan kutub yang sangat kontekstual dengan mengkultuskan rasio di sisi lain. Sering pula, dialog berkepanjangan untuk menemukan format ideal sebuah ijtihad hukum justru membuahkan persoalan krusial di tengah masyarakat yang tidak kunjung mendapatkan jawaban tegas. Alih-alih masyarakat semakin maju dan berkembang, waktu mereka bahkan habis untuk mendiskusi-kan hal-hal yang tidak membawa kemajuan. Semisal, tentang perlu atau tidaknya partai Islam, apakah syariat Islam harus ditegakkan dengan formalitas atau hanya cukup menjadi tradisi, bahkan hingga ke persoalan status perempuan dalam Islam. Sementara umat Islam disibukkan dengan perbincangan yang tidak produktif seperti ini, umat lain telah jauh melangkah ke depan membangun kehidupannya dan meninggalkan kita. Sungguh ironis dan menyedihkan. Atas dasar realitas ini, kita sangat membutuhkan produk-produk ijtihad fiqih Islam yang berorientasi ke depan, untuk mengantarkan umat mencapai kebangkitannya. Pada saat yang sama, ia harus tegak di atas sistem nilai ilahiyah yang suci, bukan justru menyingkirkannya demi kebebasan dalam melakukan pengembaraan intelektual yang tanpa rambu-rambu. Buku ini merupakan sumbangsih gagasan demi ter-wujudnya cita-cita tentang lahirnya sebuah ijtihad hukum Islam yang akan mengantarkan umat menuju kebangkitannya. Sangat baik dibaca oleh generasi Islam masa kini.



Islam Bicara Seni (Eraintermedia)

Ada bentuk dosa lain selain perilaku menghalalkan apa yang diharamkan Allah, yakni mengharamkan apa yang dihalalkan oleh-Nya. Kalau yang pertama pelakunya kebanyakan orang-orang awam atau orang alim yang sengaja durhaka, maka yang kedua biasa menimpa ahli ibadah yang bersikap ekstrem dalam menjalankan agamanya. Yang pertama lebih disebabkan oleh kedurhakaan dan keingkaran, sedangkan yang kedua lebih dikarenakan oleh kekeliruan dalam memahami sinyal-sinyal syariat agama. Seni adalah salah satu bidang kehidupan yang dipenuhi oleh kontroversi antara dua sikap di atas. Oleh penulisnya, Dr. Yusuf Qardhawi, buku ini dihadirkan secara khusus untuk menjernihkan persoalan ini dan menempatkan seni dalam kehidupan kaum Muslimin pada proporsi yang semestinya sesuai syariat Islam. Melalui buku ini, penulis sampai pada kesimpulan bahwa Islam sangat berpihak, membenarkan dan bahkan menseyogiakan hadirnya seni dan keindahan dalam kehidupan, berikut segala perilaku menikmati dan mengapresiasikannya. Tak ada yang dilarang oleh syariat, kecuali sesuatu yang pasti membawa kemudaratan bagi manusia. Selain itu dalam urusan di luar ibadah mahdhah maka hukum asalnya boleh. Demikian kaidah ushul menyebutkan.


Islam Radikal (Eraintermedia)

Radikalisme dalam beragama (baca: dalam berislam) telah menjadi sebuah mainstream isu global yang mengganggu Barat dan sebagian Umat Islam yang Westernized-mindset. Untuk mengatasi radikalisme dan kaum radikalis itu, Barat dan sekutunya mengumandangkan perang terhadap radikalisme dan kaum radikalis, untuk melenyapkan mereka dari kolong jagat. Berbagai upaya tipu daya dan makar dilakukan untuk melenyapkan radikalisme dan kaum radikalis. Mulai dari upaya dan tipu daya yang paling halus sampai yang paling biadab. Dengan lenyapnya radikalisme dan kaum radikalis kata mereka, maka akan terwujudlah kedamaian dan keamanan dunia. Apakah Islam itu agama radikal?


Islam Untuk Satu Dunia (Eraintermedia)

Islam pernah mencapai puncak kejayaannya lima belas abad yang lalu. Ketika itu, Islam diterima dunia sebagai ajaran, petuah, seruan, pijakan, inspirasi dan juga teladan dalam mewujudkan kebahagiaan. Islam sarat dengan nilai-nilai luhur, seperti kesatuan akidah umat manusia, tidak membedakan derajat manusia, menghancurkan taklid buta, mengharuskan pemeluknya untuk membekali diri dengan ilmu, menyebarkan prinsip-prinsip kemanusiaan, menyucikan hati dengan keikhlasan, serta menegakkan sistem masyarakat yang luhur. Kemuliaan Islam mampu membentuk tatanan dunia yang beradab. Kezaliman dapat dikikis habis dengan keyakinan kaum Muslimin akan pentingnya memanusiakan manusia tanpa memandang kasta dan kekayaan. Seluruh umat manusia diajak untuk tidak berlebihan dalam mencintai hal-hal keduniawian dan mendedikasikan seluruh amal perbuatan mereka untuk Allah Swt. semata. Sementara itu, Islam juga sangat memberi peluang sebesar-besarnya kepada akal pikiran manusia untuk berpetualang dalam mencapai ilmu pengetahuan yang maslahat. Keadilan dan kesejahteraan adalah hasil nyata dari aplikasi ajaran Islam yang sesuai perkembangan zaman. Keterpurukan umat Islam terjadi lebih karena mereka yang terlalu memperturutkan syahwat duniawi, bukan karena ajaran agamanya yang sudah tidak relevan. Setelah menyadari hal ini, kaum Muslimin kembali pada sucinya ajaran Islam. Mereka kini yakin sepenuhnya bahwa Islam akan kembali "menciptakan" satu dunia, sebagaimana dahulu pernah dilakukannya.

Izinkan Aku Meminangmu (Eraintermedia)

Dalam tradisi pergaulan muda-mudi yang longgar, pinangan biasanya dila-kukan setelah dua sejoli menjalin hu-bungan relatif lama dan sepakat mau menikah, hingga meminang sekadar me-lakukan tahapan formal untuk menuju perkawinan yang sah. Oleh karena itu, tidak ada kata dalam kamus "menolak pinangan" bagi mereka. Namun bagi komunitas generasi mu-da Islam yang terdidik dan taat ber-agama, yang tidak mengenal hubungan khusus lelaki dan perempuan sebelum menikah, maka meminang menjadi sebuah proses "tawar-menawar" yang sesungguhnya; ada penilaian, peng-ajuan syarat, kompromi, penerimaan, bahkan penolakan. Bahkan seyogianya proses itu dijalani dengan penuh keter-bukaan dan kelapangan dada. Tidak ada perasaan ewuh pekewuh dan tidak ada keterpaksaan. Semua demi tegaknya ru-mah tangga yang penuh kasih sayang dan cinta di bawah ridha Allah swt. Buku kecil yang ditulis oleh Cahyadi Takariawan ini membahas tentang haki-kat meminang (khitbah) dalam syariat Islam secara detail dan menyeluruh, de-ngan mengupas habis sisi-sisi kemanu-siaan, kekeluargaan, sosial, kesetaraan, bahkan dakwah. Buku ini sangat baik di-baca oleh semua kalangan, khususnya bagi mereka yang hendak melalui proses khitbah, ikhwan maupun akhawat. Selamat mengkaji.

InsyaAllah Anda Pasti Sukses Dan Kaya (ProU Media)

Kesuksesan bukan hanya terletak pada bagaimana cara kita mencapainya. Ada banyak faktor yang mengantarkan kita pada kesuksesan. Temukan jawabannya dalam buku ini,. Disajikan dengan cukup lugas namun berkesan tidak menggurui karena dibalut dalam kisah-kisah yang menggugah.







Inspiring Words For Writers (Pro-You)

Bacaan inspiratif bagi para penulis, calon penulis, dan para wanita yang ingin berkarier tanpa meninggalkan rumah. Berisi kata-kata penggugah dari penulis berpengalaman dengan karya-karya yang paling banyak dicari.
“ Melihat cover dan judulnya saja hati sudah langsung tersentuh makna. Apalagi kalau sudah membaca isinya, niscaya sangat menginspirasi. Bukan saja untuk para penulis pemula melainkan bagi siapapun yang ingin melejitkan potensi diri. Terima kasih, Ustad Fauzil, atas bukunya yang selalu mengikat makna hidup.” (Pipet Senja, Novelis)
“ Sesuai judulnya, buku ini sangat menggugah. Siapapun yang membaca buku ini, penulis maupun calon penulis, niscaya akan mendapatkan inspirasi untuk menjadi penulis. Mas Fauzil juga tidak segan-segan menyentil para penulis yang sok merumit-rumitkan karyanya agar bisa disebut penulis hebat.” (Irwan Kelana, Redaktur Senior HU Republika).
“ Bagi seorang penulis, hidup tidak selesai dari sekadar mengalami atau menjalani. Tapi semua itu dituangkan atau diabadikan dalam ‘rumus kata-kata sakti’, dimana orang lain akan tergugah semangat hidupnya ketika membacanya. Itulah yang dilakukan Fauzil Adhim lewat Inspiring Words for Writers.” (Gola Gong, Penulis, Novelis, dan Pemilik Rumah Dunia).

No Response to "Sinopsis Buku (Ii)"